Keluarga Mansawan Sowek Gelar Tindakan 1000 Lilin, Menuntut Keadilan Karena Pusara Dihancurkan

Keluarga Mansawan Sowek Gelar Tindakan 1000 Lilin, Menuntut Keadilan Karena Pusara Dihancurkan

SUPIORI – Keluarga besar Mansawan menuntut keadilan atas pengrusakan rumah pusara Mendiang Jonathan Jotham Mansawan di Sowek, Area Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, Keluarga besar itu gelar tindakan penyalaan 1000 lilin di pusara itu.

“Tidak cuma pengrusakan pusara, tetapi salah satunya keluarga kami dmenjadi korban penikaman oleh beberapa pelaku yang tidak dikenali. Kami benar-benar menyayangkan, karena rumah pusara yang telah dipasang atap dan pada proses penempatan granit juga, dibedah panggal – panggal, memakai sensor, kapak, parang dan beberapa alat tajam yang lain,”tutur Jenny Mansawan, jumat (7/7/2023).
Dia menerangkan, Mendiang Jonathan mengembuskan napas paling akhir pada (13/12/2022) dan pada (27/12/2023) Keluarga besar membuat rumah pusara Mendiang dibuat di Daerah Sowek. Esok harinya, keluarga dikejuti keadaan rumah pusara yang sudah remuk amburadul. Bahkan juga, salib di atas pusara ikut dibakar oleh pelaku tidak dikenali.

Baca Juga : Tidak Terturut Aktif dalam Usaha Lepaskan Pilot Susi Air, Komnas HAM Dinilai

Tidak itu saja, tiga salib salah satunya dihimpun bersama daun kelapa kering, krans bunga, bunga hias, gurinda, lori dan ember cat berisi kombinasi semen di atas pusara Mendiang Jonathan Mansawan yang barusan disemayamkan, dibakar habis.

Karena perlakuan tidak terpuji itu, keluarga Mansawan memberikan laporan ke faksi berwewenang, utuk diolah sama sesuai hukum yang berjalan, karena kontribusi Instansi Kontribusi Hukum (LBH) Kyaduwun GKI Klasis Biak Selatan pada 20 Juni 2023, bahkan juga sudah masuk tahapan 2 dan berproses di Kejaksaan Negeri Biak.

Menurut Jenny Mansawan, walaupun kasus ini sudah diatasi faksi kejaksaan Negeri Biak, tetapi proses pengatasanya berkesan lamban, mengakibatkan beberapa terdakwa terus-terusan coba memancing amarah faksi keluarga Mansawan langsung waktu berjumpa atau lewat sosial media.

” Oleh karenanya, tindakan penyalaan seribu lilin ini, sebagai usaha minta semuai faksi, untuk memberikan support untuk kami, baik lewat doa atau turut menjaga kasus ini langsung, hingga bisa dituntaskan secepat-cepatnya, sama sesuai hukum yang berjalan, katanya.

Penyalaan 1000 lilin ini, sekalian sebagai pertanda pernyataan sukur atas pelibatan Tuhan sampai proses ini mulai kelihatan ada titik jelas, sesudah 192 hari atau mungkin kurang lebih enam bulan bergumul, bahkan juga mengidentifikasi keinginan keluarga korban pada Si Jelas tersebut, untuk menerangi tiap pojok bahkan juga yang tergelap sekali juga dalam kasus ini,

Disis lain penyalaan 1000 lilin ini, sebagai pertanda, keluarga Mansawan dan semua simpatisan memberikan proses dan kasus ini dalam tingkat kejaksaan atau pengadilan, cuma ke tangan Tuhan Yesus Kristus, Si Hakim yang adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *