Menjelang Akhir Minggu, Rupiah Dibuka Kuat 15.508 per Dolar AS

dollar rupiah

Menjelang Akhir Minggu, Rupiah Dibuka Kuat 15.508 per Dolar AS

MGO777, Jakarta Nilai ganti rupiah pada dolar AS pada Jumat pagi naik tujuh point atau 0,05 % jadi 15.508 per dolar AS dari awal sebelumnya 15.515 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan rupiah di awal perdagangan Jumat kuat dipacu oleh data claim awalnya sokongan pengangguran Amerika Serikat (AS) yang bertambah.

 

Jumlah masyarakat AS yang ajukan sokongan pengangguran naik sekitar 1.000 jadi 220.000 pada minggu yang usai 2 Desember 2023, sedikit di bawah keinginan pasar sejumlah 222.000,” kata Josua d ikutip dari ANTARA, Jumat (8/12/2023).

 

Dia menjelaskan data itu adalah pembacaan paling tinggi ke-2 semenjak September 2023, meneruskan trend pelambatan MGO777 pasar tenaga kerja AS dari sejak awalnya tahun, walaupun masih tetap kuat secara bersejarah.

Imbal hasil obligasi AS turun sesudah laporan itu dengan imbal hasil tenor dua tahun di 4,6 %, sedangkan imbal hasil obligasi tenor lima tahun dan sepuluh tahun capai 4,12 %.

 

Melemahnya Dolar AS

Index dolar yang menghitung nilai dolar AS pada enam mata uang khusus yang lain menurun 0,59 % jadi 103,5443.

Disamping itu, beberapa pebisnis AS umumkan gagasan untuk kurangi 45.510 tugas pada November 2023, bertambah dari 36.836 pada Oktober 2023.

 

Data Tenaga Kerja AS

Investor menganalisa MGO303 data terbaru dan menunggu laporan pasar tenaga kerja yang signifikan pada Jumat.

Josua memprediksi rupiah mempunyai potensi bergerak di range Rp15.420 per dolar AS sampai 15.580 per dolar AS.

 

Dalam pada itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo awalnya memprediksi nilai ganti rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) bisa sentuh range angka Rp14.800 sampai Rp15.200 per dolar MGO55 AS di akhir 2023.

 

Dia memprediksi nilai ganti rupiah pada dolar AS akan capai range Rp14.600 sampai Rp15.100 per dolar AS pada 2024.

Kepercayaan diri pengokohan nilai ganti rupiah pada dolar AS itu, menurut dia, karena inflasi yang lebih rendah, kemajuan ekonomi yang lebih tinggi, imbal hasil yang memikat, dan makin bertambahnya Devisa Hasil Export (DHE).

Originally posted 2023-12-08 03:27:11.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *