Apa Kata Ahli masalah Hilirisasi Digital yang Jadi Program Gibran?

Apa Kata Ahli masalah Hilirisasi Digital yang Jadi Program Gibran mgo55

Apa Kata Ahli masalah Hilirisasi Digital yang Jadi Program Gibran?

Jakarta, heart on fire reviews — Beberapa pemerhati memberi respon pengakuan cawapres (calon wakil presiden) nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka masalah hilirisasi digital.
Gibran berkali-kali sampaikan istilah hilirisasi digital dalam diskusi calon wakil presiden Pemilihan presiden 2024, Jumat (22/12).

“Kami akan teruskan hilirisasi. Tidak cuma hilirisasi tambang saja, tetapi juga hilirisasi pertanian, hilirisasi perikanan, hilirisasi digital, dan sebagainya,” sebut Gibran.

“Hilirisasi digital akan kami pacu. Kita akan persiapkan beberapa anak muda yang pakar artificial intelligence, beberapa anak muda yang pakar blok chain, beberapa anak muda yang pakar robotik, beberapa anak muda yang pakar perbankan syariah, beberapa anak muda yang pakar crypto,” paparnya.

Tetapi, beberapa pemerhati akui tidak memahami tujuan hilirisasi digital yang dikatakan oleh putra Presiden Joko Widodo tersebut.

Periset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Farras Adha menjelaskan tidak ada istilah hilirisasi digital pada dunia akademis.

“Saya tidak paham karena tidak ada istilah hilirisasi digital dalam beragam literatur akademis atau document laporan berkaitan,” ucapnya ke CNNIndonesia.com, Sabtu (23/12).

 

Kunjungi situs slot terbaik di Indoensia sekarang Mgo303 !

Izzudin lalu menjelaskan yang seharusnya menerangkan berkaitan hilirisasi digital ialah timses Prabowo-Gibran.

Seirama, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda akui bingung dengan istilah hilirisasi digital ala-ala Gibran itu. Dia menyebutkan apa yang dikatakan Gibran tidak terang dan cuma diucap untuk kebutuhan kampanye semata-mata.

“Hilirisasi digital itu program yang tidak terang, tidak terukur, cuma untuk taktik kampanye mengarah pemilih yang terpana dengan jargon-jargon hilirisasi dan digital. Tetapi menjadi bahan tertawaan warga yang lain,” ucapnya.

Nailul menerangkan hilirisasi umumnya proses pemrosesan bahan baku atau raw material jadi barang yang mempunyai nilai lebih tinggi.

“Apa yang ingin dihilirisasi dari digital? Tehnologinya, manusianya, atau apa? Ini dari digital apa yang raw material? Nilai imbuhnya di mana?” ucapnya.

Sementara Founder Drone Emprit Ismail Fahmi baru dengar istilah hilirisasi digital sama seperti yang dikatakan Gibran.

“Baru dengar istilah tersebut. Perlu bertanya ke team 02 apa yang mereka tujuan,” kata Ismail.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menjelaskan hilirisasi yang dikatakan Gibran cukup rancu karena digital adalah jasa, bukanlah barang industri atau komoditas.

 

Slot gacor MGO55 ialah slot online yang mudah mendapatkan maxwin

 

Walau sebenarnya terminologi hilirisasi, kata Bhima, umumnya menempel pada pembuatan nilai lebih pada bidang berbasiskan komoditas atau industri.

“Jika yang diartikan Gibran seperti AI selanjutnya blockchain dan web3 itu semakin lebih persisnya pengembangan digital. Tujuannya mungkin peningkatan digitalisasi karena sekarang ini telah tiba pada tahapan web4 di mana tehnologi internet bukan hanya terdesentralisasi tetapi juga menyebar luas,” kata Bhima.

Dan Pegiat Tehnologi Informasi, Ainun Nadjib memiliki pendapat jika yang Gibran katakan tidak realitas karena tidak ada ekosistem yang memberikan dukungan Indonesia kuasai hilir sampai ke hulu di bidang digitalisasi.

“Hilirisasi itu kan saat kita kuasai hilir, tetapi tidak kuasai hulu, contohnya tambang bahan mentah kita punyai, tetapi tidak dapat memproses,” sebut Ainun.

“Lah digital itu kita tidak kuasai hulunya, China saja tidak kuasai hulunya. Malah beberapa karya anak negeri ada hulu semua, program2 langsung digunakan warga sebagai produk akhir,” sebut Ainun selanjutnya.

Keterangan tim Gibran

Dalam pada itu, Dewan Ahli TKN Prabowo-Gibran Berbudi Sudjatmiko menjelaskan hilirisasi digital yang dikatakan Gibran diartikan dalam dua hal.

Pertama, hilirisasi digital sebagai bentuk pembangunan ekosistem digital atau digitalisasi rantai suplai.

“Dari hilir sampai hulu berbentuk produk alat tehnologi atau technological devices seperti netbook, handphone, computer individual untuk beragam bidang industri,” ucapnya.

Maknanya, ikat Berbudi, membuat ekonomi digital tidaklah cukup cuma peningkatan program saja tapi juga menyiapkan infrastruktur jaringan atau sambungan internet dan membuat industri piranti digitalnya juga.

Peningkatan hilirisasi digital pendekatan ekosistem itu, ucapnya kerap diistilahkan Piranti, Network and Application (DNA).

“Sumber daya apa yang dibuat dalam ekosistem ini dan berharga lebih tinggi? Data. Karena itu pas sekali saat Mas Gibran mengingati keutamaan membuat mekanisme Siber Security dan Siber Defense saat berbicara ekonomi digital, karena pada akhirannya, data dan pemrosesan data dengan cara digital (dengan memakai tehnologi AI atau Blockchain) yang mempunyai nilai lebih ekonomi paling besar,” ucapnya.

Pemaknaan ke-2 berkaitan hilirisasi digital, kata Berbudi, ialah lakukan digitalisasi dengan intens pada suatu rantai suplai industri. Hal tersebut berkaitan kekuatan tehnologi digital untuk tingkatkan keproduktifan dan efektivitas pada proses industri di semua baris.

“Untuk contoh untuk rantai suplai pangan, karena itu hilirisasi digital diartikan implementasi tehnologi digital semenjak peningkatan pupuk dan bibit unggul, proses produksi lewat IOT Smartfarming, digitalisasi logistik dan distribusi, digitalisasi pemrosesan hasil pertanian sampai peningkatan e-commerce bidang pangan,” ucapnya.

Berbudi menjelaskan hilirisasi digital sudah diaplikasikan di China dan Amerika Serikat (AS). China, ucapnya, membuat ekonomi digitalnya komplet dimulai dari tehnologi chips, industri piranti digital, tehnologi internet, sampai peningkatan beberapa aplikasi berbasiskan AI yang hebat.

Sementara AS, mempunyai kemampuan tehnologi yang kuat di peningkatan tehnologi chips, piranti digital dan tehnologi satelit.

“Ke-2 negara itu selanjutnya secara gampang lakukan digitalisasi di beberapa bidang industrinya,” kata Berbudi.

Originally posted 2023-12-24 04:26:11.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *