AS Sebutkan 5 Unit Militer Israel Mushalla HAM Berat di Pinggir Barat saat sebelum Diawalinya Perang Gaza

AS Sebutkan 5 Unit Militer Israel Mushalla HAM Berat di Pinggir Barat saat sebelum Diawalinya Perang Gaza

AS Sebutkan 5 Unit Militer Israel Mushalla HAM Berat di Pinggir Barat saat sebelum Diawalinya Perang Gaza

Amerika Serikat (AS) di hari Senin (29/4/2024) menjelaskan faksinya sudah temukan pelanggaran berat yang sudah dilakukan 5 unit militer Israel saat sebelum diawalinya perang di Gaza.

Jubir Kementerian Luar Negeri AS Vedant Patel menjelaskan pelanggaran hak asasi manusia yang sudah dilakukan oleh militer Israel pada masyarakat Palestina di Pinggir Barat.

Tetapi, dari ke-4 unit itu, Vedant Patel tidak mengatakan pelanggaran apa yang terjadi dan perlakuan apa yang diambil oleh pemerintah Israel.

Dalam pada itu, seorang petinggi AS yang malas disebut namanya menjelaskan unit ke-5 ialah sisi dari angkatan membawa senjata.

Bersama dengan informasi ini, laporan jurnalis sudah mengenali sebuah gagalion namanya Netzah Yehuda, yang beberapa terbagi dalam Yahudi ultra-Ortodoks, didakwa lakukan pelanggaran.

Banyaknya sekitaran 1.000 orang dan semenjak tahun 2022 sudah ditaruh di Pinggir Barat yang ditempati Israel semenjak tahun 1967.

“Sesudah proses yang jeli, kami temukan lima unit Israel bertanggungjawab atas kejadian pelanggaran hak asasi manusia berat,” kata Patel, d ikutip dari Arab News.

Sekarang ini ke-4 unit militer itu melakukan remediasi.

“Empat dari unit ini sudah dengan efisien membenahi pelanggaran,” kata Vedant Patel, d ikutip dari Anadolu Ajansi.

Patel menambah jika remediasi ini stabil dengan yang AS harap dari partner-mitranya.

“Kami terus konsultasi dan merajut jalinan dengan pemerintahan Israel,” kata Patel.

Selanjutnya dia menerangkan jika sekarang ini sudah memperoleh informasi berkaitan unit ke-5 militer Israel itu.

“Mereka sudah mengirim informasi tambahan berkenaan dengan unit itu, dan kami terus lakukan perbincangan itu,” ucapnya.

Patel berkali-kali mengutamakan jika AS sudah menyaksikan remediasi atas pelanggaran yang sudah dilakukan Israel dan proses berkenaan unit ke-5 tetap berjalan.

Karena ada pelanggaran ini, Patel mengutamakan jika tidak ada perlakukan khusus untuk Israel.

Menurut Patel, semua negara akan dipandang sama jika lakukan pelanggaran.

Undang-undang AS larang pemerintahan memodali atau mempersenjatai pasukan keamanan asing yang didakwa lakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Pengakuan mengenai pelanggaran ini ada sesudah laporan jika sejumlah petinggi senior Departemen Luar Negeri memberitahu Menteri Luar Negeri Antony Blinken jika Israel mungkin menyalahi hukum internasional.

Tidak itu saja, barisan hak asasi manusia menjelaskan agunan Israel yang mereka berikan ke Departemen Luar Negeri berkenaan pemakaian senjata AS tidak ‘kredibel atau bisa dihandalkan’.

Berdasar memorandum tanggal 8 Februari yang diberi tanda tangan oleh Presiden Joe Biden, beberapa negara yang terima kontribusi militer AS diwajibkan memberi “agunan tercatat yang dapat dipercaya dan bisa dihandalkan” ke Washington.

Agunan ini ditujukan supaya senjata itu akan dipakai sesuai “hukum hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan internasional”.

Dalam pada itu, AS disampaikan siap-siap untuk jatuhkan ancaman pada gagalion Netzah Yehuda atas pelanggaran hak asasi manusia yang sudah dilakukan oleh unit tempur itu pada masyarakat Palestina di Pinggir Barat yang ditempati.​​​​​​​​

Sesudah ketahui laporan informasi baru ni, Pertama Menteri Benjamin Netanyahu tidak terima dan geram.

Dia menjelaskan jika tentara jangan dijatuhi hukuman saat negara sedang berperang.

Perselisihan Palestina versus Israel

Israel sudah memperlancar gempuran mematikan di Lajur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Gempuran ini sudah tewaskan 34.500 orang di Gaza.

Beberapa korban ialah wanita dan beberapa anak.

Korban cedera karena gempuran Israel sampai sekarang ini sudah capai 77.600 orang.

Lebih dari 6 bulan sesudah perang Israel, beberapa daerah Gaza remuk, menggerakkan 85 % masyarakat pindah.

Keadaan kemanusiaan di Gaza yang sudah remuk karena operasi Israel menantang Hamas lebih dari 6 bulan tetap menakutkan.

Seorang petinggi senior pemerintahan AS menjelaskan minggu kemarin, jika semua warga Gaza hadapi kerentanan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *