Karyawan Tolak Mekanisme Outsourcing di Hari Pekerja Internasional, Jalan keluarnya?

Karyawan Tolak Mekanisme Outsourcing di Hari Pekerja Internasional Jalan keluarnya?

Karyawan Tolak Mekanisme Outsourcing di Hari Pekerja Internasional, Jalan keluarnya?

Barisan pekerja protes mekanisme outsourcing yang digerakkan banyak beberapa perusahaan dalam peristiwa Hari Pekerja Internasional atau May Day 2024. Mekanisme outsourcing ini dipandang tidak memberikan keuntungan untuk pekerja.

Lalu, bagaimana jalan keluar yang pas di ekosistem tugas sekarang ini? Ekonom dari Indonesia Taktikc and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita menjelaskan memerlukan jalan tengah dari mekanisme outsourcing sekarang ini.

“Masalah outsourching harus dicarikan titik tengahnya, karena zaman global suplai chain sekarang ini, outsourching mempunyai peranan tertentu,” kata Ronny, Rabu (1/5/2024).

“Bagus untuk efektivitas produksi atau intermediasi di antara angkatan kerja dengan lapangan pekerjaan alias jadi pendobrak asimetri informasi lapangan kerja di antara karyawan dan penyuplai kerja,” tambahnya.

Pada hubungan mekanisme outsourcing dan kesejahteraan pekerja, katanya, memerlukan agunan gaji yang diberi sesuai ketetapan. Termasuk karena ada agunan seperti asuransi yang diberikan ke karyawan outsourcing.

“Titik tengahnya contohnya satu diantaranya pemangkasan upah karyawan yang kerja lewat outsourching tidak membuat upah karyawan jadi di bawah UMP. Juga karyawan outsourching harus tercover oleh beragam asuransi dan agunan sosial,” terang ia.

Ronny mengutamakan penerimaan karyawan lewat faksi ke-3 ini perlu memprioritaskan tenaga lokal. Maknanya, ruangan untuk beberapa orang lokal terbuka untuk bekerja di perusahaan itu.

“Selanjutnya, outsourching harus memprioritaskan karyawan lokal dan lokal, bukan tenaga kerja asing,” jelasnya.

Beberapa ribu Karyawan Turun ke Jalan Hari Ini

Beberapa puluh ribu sampai beberapa ratus ribu pekerja diberitakan akan turun ke jalan mengingati Hari Pekerja Internasional atau May Day, 1 Mei 2024, ini hari. Berbagai ragam tuntutan dibawa barisan pekerja itu.

Presiden Federasi Serikat Karyawan Indonesia (KSPI) Said Iqbal sampaikan, May Day 2024 akan diadakan di tiap kota industri di semua Indonesia. Dimulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, sampai Ternate.

“Sekitar 200 ribu orang lebih akan meng ikuti May Day di semua Indonesia, diantaranya di Jakarta, Bandung, Serang, Surabaya, Semarang, Batam, Makassar, Banjarmasin, Ternate, Mimika, dan lain-lain,” katanya.

Dalam pada itu, untuk di Jakarta, tindakan akan dipusatkan di Istana Negara jam 9.30-12.30 WIB pagi hari ini. Selanjutnya sekitar 50 ribu peserta tindakan May Day di Istana akan mengarah ke Stadion Madya Senayan, rayakan May Day Fiesta.

Tuntutan Pekerja

Said Iqbal menerangkan, ada dua tuntutan khusus yang diserukan oleh peserta May Day 2024 di semua Indonesia. Yakni; Cabut Omnivus Law UU Cipta Kerja dan HOSTUM; Hapus OutSourcing Tolak Gaji Murah.

Ia menjelaskan, sejak ada UU Cipta Kerja, banyak beberapa perusahaan lakukan PHK pada pegawai masih tetap yang selanjutnya ditukar pegawai outsourcing dengan gaji murah. Selain itu dengan UU Cipta Kerja, peraturan gaji di Indonesia jadi peraturan gaji murah.

“Pemakaian outsourcing dan kontrak telah masif di semua Indonesia. Nyaris empat tahun lalu peningkatan gaji selalu di bawah inflasi. Bahkan juga di sejumlah kota industri peningkatan gajinya 0 %,” kata Iqbal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *