4 Strategi Pengajaran Konsep Literasi dan Numerasi

literasi dan numerasi

Mengajar literasi dan numerasi memerlukan strategi tepat. Dalam penerapan strategi atau metode pembelajaran, seorang guru wajib memahami kemampuan serta kepribadian tiap individu yang ada di kelas. Hal ini akan memudahkan guru untuk menerapkan suatu strategi dan menganalisis masalah apa yang mungkin terjadi sekaligus pemecahannya.

Artinya, sebagai guru, Anda harus kreatif namun tetap bijak untuk mencari dan menggunakan media serta sumber belajar apalagi menjelang AKM. Yang pasti, baik sumber ataupun metode harus sesuai dengan materi yang sedang berlangsung. Jika Anda menerapkannya, bisa dipastikan hasilnya akan bagus dan maksimal. Di bawah ini adalah daftar strategi dalam pengajaran literasi nunerasi untuk siswa khususnya tingkat menengah pertama.

Strategi Pengajaran Literasi Numerasi Bagi Siswa

Pemahaman terhadap literasi numerasi

Pertama, Anda harus berusaha membuat siswa paham dan mengerti tentang makna keduanya. Selain menjelaskan pengertiannya, Anda juga harus menjelaskan alasan kenapa mereka membutuhkan dan harus menerapkannya.

Setelah peserta didik memahami definisi yang sesungguhnya, kini saatnya Anda menjelaskan segala tantangan yang mungkin sedang dan terjadi di hadapannya nanti. Ini adalah kesempatan terbaik untuk menyinggung bahwa penerapan literasi numerasi sangat penting untuk menghadapi tantangan tersebut. Dengan begitu, anak akan membayangkan bentuk permasalahan dan semua strategi lanjutannya.

Penggunaan graphic organizers

Penggunaan konsep ini akan memudahkan para siswa untuk membingkai dan mengemas pemikiran secara terstruktur. Dalam hal ini, siswa bisa membuat mind maping atau diagram. Dengan begitu, hubungan 2 konsep tersebit akan terbentuk dan anak juga akan melihat serta memahaminya secara langsung.

Pengenalan dan penerapan QARs

Pada bagian ini, Anda bisa memperkenalkan siswa tentang pemberian label terhadap jenis question (pertanyaan). Setelahnya, siswa belajar mempraktikkannya. Saat label tiap pertanyaan telah terkumpul, siswa akan memanfaatkannya dalam tahap perumusan answer (jawaban) dari semua masalah yang telah ada.

Di tahap yang paling akhir, siswa akan menguraikan hasil rumusannya. Di bagian ini, siswa akan mengetahui apakah jawabannya benar-ada atau tidak. Strategi ini cukup efektif. Ini karena siswa akan berusaha berpikir kritis dan kreatif. Ketika kemampuan itu dilatih terus menerus, khususnya penerapan literasi dan numerasi, siswa akan siap menghadapi masalah paling rumit sekalipun. Sebab, Mereka sudah terbiasa memecahkan masalah selama pembelajaran.

Diskusi

Strategi ini untuk membangun pemikiran yang kritis. Maka, guru wajib membebaskan para siswa untuk berpendapat, berbagi ide, juga gagasan selama masa belajar. Sehingga, anak akan mampu menganalisis dan menangkap makna apa yang sedang dipelajari. Peran guru hanyalah sebagai fasilitator dalam metode ini. Inilah yang dimaksud dengan merdeka belajar dalam pendidikan, suatu istilah yang junjung tinggi oleh Nadiem Makarim.

Dalam lingkup diskusi, guru juga dapat memfasilitasi dan mengarahkan siswa untuk menganalisa. Dalam hal ini, Anda bisa memberikan suatu teks yang mengandung aspek literasi dan numerasi. Lalu, meminta siswa tuk menganalisis semua informasi 5W+1H. Dalam pencarian informasi, otomatis, siswa akan cermat membaca dan memetakan tiap jawaban yang ditemukan.

Tanpa mereka sadari, Mereka berhasil menerapkan pembelajaran literasi numerasi. Agar lebih maksimal dan jika keadaannya memungkinkan, siswa bisa mengevaluasi dan refleksi terkait tugasnya bersama kelompok lainnya.

Well, dari semua strategi di atas, ada hal paling utama yang harus Anda perhatikan. Hal tersebut yakni penyesuaian antara metode atau model pembelajaran dengan materi atau pembahasan pada hari tersebut. Dengan begitu, koneksi dan penerapan keduanya, yakni literasi dan numerasi akan semakin kuat. Bahkan, siswa juga mudah menangkap makna tanpa kesulitan dan termotivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *