heartsonfirereviews.com – Dikutip dari media situs ahotelinitaly, Inter Milan harus kalah dari Fiorentina dalam pertandingan yang berjalan cuma 84 menit karena tingkah Sang Anak Lenyap Juventus.
Pertandingan menunda giornata ke-14 Liga Italia 2024-2025 di antara Fiorentina dan Inter Milan diteruskan lagi pada Kamis (6/2/2025) waktu di tempat atau Jumat pagi hari WIB di Stadion Artemio Franchi.
Awalnya, laga di antara ke-2 team harus disetop di menit ke-16 sesudah terjadi kejadian menakutkan yang menerpa pemain sayap Fiorentina, Edoardo Bove.
Bove mendadak tidak sadar diri di atas lapangan dan memaksakan pertandingan harus disetop lebih dahulu.
Faksi panitia selanjutnya memilih untuk tunda tersisa waktu laga di hari yang berlainan.
Laga juga diawali secara langsung dengan masuk menit ke-17 dan tidak dimulai sepak mula, tapi melalui lemparan ke.
Hasilnya, Fiorentina yang tampil di muka umum sendiri sukses menyelesaikan pertandingan ini kali secara baik.
Luca Ranieri dkk. sukses menaklukkan Inter Milan dengan score memberikan keyakinan 3-0.
Jalannya Laga
Walau bertindak selaku tuan-rumah, Fiorentina cukup kesusahan hadapi Inter Milan.
Bahkan juga, Lautaro Martinez nyaris bawa Inter Milan unggul terlebih dahulu di menit ke-20 melalui sepakan keras di luar kotak penalti.
Untung untuk La Viola, David De Gea mampu menepiskan sepakan Lautaro dan cuma berbuah tendangan sudut.
Di menit ke-30, Inter Milan sukses cetak gol pertama mereka karena sepakan first time Carlos Augusto.
Augusto sukses membobol gawang tuan-rumah selesai terima operan silang dari Alessandro Bastoni manfaatkan keadaan tendangan sudut.
Apes untuk I Nerazzurri, gol itu dibatalkan oleh wasit Daniele Doveri karena bek asal Brasil itu ada dalam posisi offside lebih dahulu.
Inter Milan terus memercayakan kepenguasaan bola untuk menekan baris belakang Fiorentina untuk cetak gol pertama.
Dalam pada itu, Fiorentina manfaatkan pola serbuan balik saat ada peluang menang disitu mgo777 untuk tembus barisan pertahanan team tamu.
Namun, sampai semprit pertanda turun minum mengeluarkan bunyi, score imbang tanpa gol masih tetap bertahan.
Di set ke-2 , Inter Milan sebetulnya terus memberikan ancaman baris belakang Fiorentina.
Tetapi, bukanlah cetak gol, gawang Yann Sommer malah kecolongan terlebih dahulu di menit ke-59.
Bermula dari tendangan sudut Rolando Mandragora, Luca Ranieri melepas sepakan first time kaki kiri yang tepat.
Bola telusur tanah secara cepat dan membuat Yann Sommer tidak berhasil memperhitungkan lesakan Ranieri.
Akhirnya, La Viola sukses unggul 1-0 atas I Nerazzurri.
Sesudah kecolongan gol pertama, Inter Milan justru makin banyak lakukan kekeliruan.
Betul saja, sembilan menit sesudah gol Fiorentina pertama, gawang team bimbingan Simone Inzaghi harus bobol kembali.
Ini kali, bermula dari kekeliruan Hakan Calhanoglu di baris tengah yang membuat tuan-rumah mendapatkan kesempatan serbuan balik cepat.
Bek kanan Fiorentina, Dodo, selanjutnya mengirim operan silang elok ke Moise Kean dalam kotak penalti.
Kean sukses mencapai umpan itu dan melepas tandukan tepat ke gawang Yann Sommer.
Beberapa anak asuh Raffaele Palladino sekarang unggul 2-0 atas team tamu.
Kekeliruan Federico Dimarco malah membuat gawang team asal Kota Model itu harus kembali bobol untuk ke-3 kalinya.
Berniat memberi umpan ke Yann Sommer, bola sepakan Dimarco rupanya kurang kuat dan sukses diambil oleh Moise Kean.
Sang Anak Lenyap Juventus itu juga secara gampang menyelesaikan bola agar dikandangkan ke gawang Inter Milan.